Benda Peninggalan Megalitikum. Contoh Benda Peninggalan Zaman Megalitikum Zaman Megalitikum atau yang juga biasa disebut dengan zaman batu besar berasal dari kata mega yang berarti besar dan kata lithikum atau lithos yang berarti batu Zaman batu besar banyak meninggalkan benda hasil budaya yang berupa bangunanbangunan besar yang mempunyai fungsi sebagai sarana untuk melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Zaman Megalitikum Pengertian Ciri Sejarah Peninggalannya benda peninggalan megalitikum
Zaman Megalitikum Pengertian Ciri Sejarah Peninggalannya from Genemil

Apa benda benda hasil peninggalan zaman megalitikum beserta fungsinya? Menhir untuk memperingati orang yang sudah meninggal punden berundak untuk pemujaan ruh nenek moyang kubur batu tempat penguburan bagi orang orang yang dihormati sarkofagus lapisan pelindung bagi mumi keluarga kerajaan.

Daftar 10 Peninggalan Prasejarah Zaman Megalitikum Sejarah

Peninggalan prasejarah zaman Megalitikum ini adalah kubur batu yang tidak bertutup dan banyak ditemukan pada situs di Gilimanuk Bali Waruga adalah kubur dari leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian yang atas berbentuk seperti segitiga mirip dengan bubungan atap rumah dan bagian bawahnya berbentuk kotak dengan ruang di tengahnya.

Contoh Benda Peninggalan Zaman Megalitikum Thebellebrigade.com

Bentuk peninggalanpeninggalan Zaman Megalitikum tersebut terbuat dari batu besar yang pembentukannya sesuai dengan kepentingan upacara tertentu Maka dari itu hasil kebudayaan Zaman Megalitikum memiliki maknanya masingmasing Berikut beberapa peninggalan hasil budaya pada Zaman Batu Besar simak yuk! 1 Menhir.

Zaman Megalitikum Pengertian Ciri Sejarah Peninggalannya

7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

megalitikum beserta hasil peninggalan zaman Apa benda benda

Zaman Megalitikum : Peninggalan, Sejarah, Ciri, Kepercayaan

Pengertian Zaman MegalitikumCiri Ciri Zaman MegalithikumSejarah Kebudayaan MegalithikumPeninggalan Hasil Kebudayaan Zaman MegalitikumMegalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besarkarena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batubatu besar Kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan Walaupun kepercayaan mereka masih dalam tingkat awal yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang Kepercayaan ini muncul karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat Manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batubatu besarBerkembang dari zaman neolitikum sampai zaman perungguManusia sudah mengenal kepercayaan utamanya animisme Menurut Von Heine Geldern kebudayaan Megalithikum menyebar ke indonesia melalui 2 gelombang yaitu 1 Megalithikum Tuamenyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum (25001500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi (Proto Melayu) Contoh bangunan Megalithikum adalah menhir punden berundakundakArcaarcaStatis 2 Megalithikum Mudamenyebar ke Indonesia pada zaman perunggu (1000100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu) Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur batu dolmen waruga Sarkofagus dan arcaarca dinamis Apa yang dinyatakan dalam uraian di atas dibuktikan dengan adanya penemuan bangunan batu besar seperti kuburan batu pada zaman prasejarah banyak ditemukan manikmanik alatalat perunggu dan besi Hasil kebudayaan megalithikum biasanya tidak dikerjakan secara halus tetapi hanya diratakan secara kasar dan terutama hanya untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan Adapun beberapa hasilhasil kebudayaan pada zaman megalitikum adalah sebagai berikut Batu Menhir di situs Lebak Cibedug Banten Taman Nasional Gunung Halimun Candi Genthong di Penanggungan Jawa Timur Punden berundak adalah salah satu hasil budaya Indonesia pada zaman megalitik (megalitikum) atau zaman batu besar Punden berundak merupakan bangunan yang tersusun bertingkat dan berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang Punden Berundak pada zaman megalitik selalu bertingkat tiga yang mempunyai makna tersendiri Tingkat pertama melambangkan kehidupan saat masih dikandungan ibu tingkat kedua melambangkan kehidupan didunia dan tingkat ketiga melambangkan kehidupan setelah meninggal Punden Berundak ini banyak ditemukan di Tanah Jawa yang dapat dikenali pada Candicandi yang tersebar di seluruh Pulau Jawa Kubur Batu Khas Sumba 1 Watu KuobaBerupa batu utuh yang dipahat membentuk peti dengan lempengan batu lebar sebagai penutup Batu jenis ini ada yang berhias ada.