Sejarah Singkat Perang Diponegoro. Sekilas Tentang Pangeran DiponegoroLatar Belakang Terjadinya Perang DiponegoroKembalinya Pengaruh BelandaSejarah Awal Mula Meletusnya Perang DiponegoroTokohTokoh Yang Membantu Perang DiponegoroStrategi Perang Yang digunakan Oleh Pangeran DiponegoroStrategi Yang Disusun Belanda Dalam Menghadapi Perang DiponegoroMelakukan Gencatan Senjata Dan NegosiasiAkhir Dari Perang DiponegoroKerugian Yang Timbul Akibat Perlawanan DiponegoroPangeran Diponegoro Sumber Wikimedia Commons Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kronologi sejarah Perang Diponegoro tidak ada salahnya untuk mengenal sosok tersebut terlebih dahulu Pangeran Diponegoro merupakan seorang bangsawan dari Keraton Yogyakarta Ia adalah anak dari Sultan Hamengkubuwana III Sementara itu ibunya adalah seorang selir yang bernama Raden Ajeng Mangkarawati Ketika lahir lakilaki berdarah biru tersebut memiliki nama Bendara Raden Mas Antawirya Ia juga memiliki nama Islam yaitu Abdul Hamid Semenjak kecil sang pengeran memang dikenal sebagai pribadi yang baik ramah dan suka belajar Ia juga pandai bergaul dan bisa berbaur dengan rakyat Setelah beranjak dewasa ayahnya menginginkannya untuk naik tahta Namun ia menolak karena merasa tidak berhak menduduki jabatan tersebut mengingat ibunya bukanlah seorang permaisuri Selain itu sang pangeran sebenarnya lebih tertarik dengan masalah keagamaan daripada urusan pemerintahan Namun kemudian pada tahun Benihbenih permusuhan antara pihak Keraton Yogyakarta dengan Belanda sudah mulai ada sejak sekitar tahun 1808 Peristiwanya bermula dari Daendels yang ditugaskan oleh pemerintah kolonial untuk menyiapkan Pulau Jawa sebagai pusat pertahanan melawan Inggris Namun ia malah menyalahgunakan kekuasaan dan berlaku semenamena terhadap Keraton Yogyakarta Dengan lancangnya ia menyuruh pihak keraton untuk mengubah tata upacara yang sudah turun temurun dilakukan Gubernur Jenderal Hindia Belanda itu juga memaksa keraton memberikan bantuan berupa sumber daya alam maupun tenaga prajurit Hingga kemudian terjadilah pemberontakan Raden Ronggo karena kelancangannya melakukan perdagangan kayu jati di daerah timur Jogja Pemberontakan tersebut memang gagal Akan tetapi Belanda tetap memaksa Sultan Hamengkubuwana II untuk membayar ganti rugi Pada tahun 1811 Inggris dapat mengalahkan pasukan Belanda dan kemudian menguasai Pulau Jawa Kekuasaan Belanda pun terhenti sementara dan digantikan oleh Kemudian pada tahun 1822 Belanda berhasil merebut Hindia Belanda kembali dan turut ikut campur masalah keraton Hal itu bermula dari meninggalnya Sultan Hamengkubuwana IV secara mendadak Setelah itu sang permaisuri malah meminta bantuan pada Belanda untuk menobatkan putranya menjadi Hamengkubuwana V Pada waktu itu sang calon raja masih berusia balita Campur tangan tersebut tentu saja tidak disukai oleh para bangsawan kraton yang lain Seperti yang sudah kamu baca di atas Pangeran Diponegoro diangkat menjadi salah satu wali yang mendampingi Sultan Hamengkubuwana V Akan tetapi posisinya tidak dianggap dan Belanda mendominasi semua pengambilan keputusan Peristiwa sejarah besar lainnya yang menjadi salah satu pemantik meletusnya Perang Diponegoro adalah masalah sewa tanah disalahgunakan oleh warga bangsa asing Melihat hal tersebut van der Capellen kemudian membuat dekrit yang isinya orangorang Eropa dan Tionghoa harus mengembalikan tanah yang disewa kepada pemiliknya Denga Sumber Wikimedia Commons Menurut catatan sejarah puncak masalah yang membuat Pangeran Diponegoro mengobarkan perang terhadap Belanda adalah kelancangan Belanda memasang patokpatok jalan di tanah miliknya yang berada di Tegalrejo Pada waktu itu pemerintah Hinda Belanda memang sedang mencanangkan pembangunan jalan raya Hal tersebut berarti akan dibangun jalan yang melewati perkebunannya Lakilaki keturunan bangsawan itu tentu saja sangat marah Pasalnya ia bukan hanya kehilangan kebun yang telah dirawatnya sejak lama Akan tetapi di sana juga terdapat makam leluhurnya Ia tentu saja tidak rela jika terjadi sesuatu terhadap area pemakaman tersebut Sebenarnya pemasangan patok tersebut sudah diketahui oleh patih keraton yaitu Danureja Hanya saja ia tidak memberitahukan karena ditengarai memiliki dendam pribadi Pada tanggal 17 Juni 1825 pekerja pembangun jalan datang ke kebun milik Pangeran Diponegoro dan memasang patok atas perintah Patih Danureja Kedatangan para pekerja Sentot Prawirodirdjo Sumber Wikimedia Commons Dalam beberapa sumber sejarah Pangeran Diponegoro mengobarkan perang melawan Belanda dengan dibantu oleh beberapa pengikut setianya Siapa sajakah mereka? Informasi singkatnya dapat disimak berikut Sumber Wikimedia Commons Tadi kamu sudah menyimak beberapa tokoh sejarah yang juga terlibat dalam perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro kan? Nah selanjutnya mari membahas lebih lanjut tentang jalannya perang tersebut Dalam menghadapi Belanda Pangeran Diponegoro menggunakan strategi perang gerilya Untuk yang belum tahu perang gerilya adalah sebuah perlawanan yang dilakukan secara sembunyisembunyi dan berpindahpindah tempat Biasanya terbagi dalam kelompokkelompok kecil supaya lebih efektif untuk melumpuhkan lawan Dengan taktik gerilya tersebut pasukannya dapat terhindar ketika markas utama di Selarong mendapatkan serangan Belanda pun kembali dengan tangan kosong Selanjutnya pemimpin perang itu membagi pasukannya menjadi beberapa batalyon seperti Arkiya dan Turkiya Masingmasing batalyon kemudian dibekali dengan senjata api Setelah markas di Selarong diserbu Pangeran Diponegoro memindahkan markasnya ke Daksa Di sini pula ia kemudian dinobatkan menjadi Jenderal de Kock Sumber Wikimedia Commons Pada beberapa catatan sejarah tertulis bahwa dalam Belanda merasa kewalahan dalam menghadapi Perang Diponegoro Untuk menghambat pergerakan lawan mereka sering kali mengajak berunding maupun gencatan senjata Jika pihak Pangeran Diponegoro menyetujui mereka memanfaatkan masa damai itu untuk menyebar provokator ke banyak desa Melalui cara tersebut pihaknya sedikit demi sedikit bisa memecah belah para pendukung sang pangeran Selain itu mereka juga mengirimkan matamata Dengan begitu pihak Belanda bisa mengamati gerakgerik lawan yang sangat susah diprediksi dan kemudian menyusun rencana untuk mengalahkan mereka Belanda memilih menggunakan cara tersebut karena dianggap lebih efektif Usahausaha mereka sebelumnya yang hanya mengandalkan kekuatan dan senjata saja tidak pernah mempan Meskipun demikian keadaan tetap bisa diatasi Hal itu dikarenakan masih banyak rakyat yang memihak Pangeran Diponegoro Setelah menangkap para pemimpin pasukan Pangeran Diponegoro Belanda kemudian memberikan penawaran untuk gencatan senjata Pada awalnya ia teguh dengan pendiriannya untuk tidak menyerah dan terus melakukan perlawanan Namun kemudian sang pangeran memikirkan nasib keluargabeserta para pasukannya Karena tidak ingin keselamatan mereka semakin terancam ia ia luluh juga Ia mau diajak untuk berunding dengan syarat pasukannya harus dibebaskan Pemimpin Perang Jawa tersebut bertemu dengan utusan Jenderal De Kock yaitu Jan Clareens pada tanggal 16 Febuari 1830 Perundingan memang berjalan dengan lancar Namun sayangnya pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan Selanjutnya ia kemudian menemui Jenderal De Kock di Menoreh pada tanggal 21 Februari 1830 Pada waktu itu bulan Ramadhan berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 27 Maret Maka untuk menghormati bulan suci ia pun meminta untuk tidak ada perundingan yang serius Sang jenderal pun mengabulkan permintaan t Penangkapan Pangeran Diponegoro Sumber Wikimedia Commons Beberapa hari kemudian Gubernur Hindia Belanda itu menemui sang pangeran di kediamannya yang terletak di Magelang Ia datang tepat di hari Idul Fitriyang jatuh pada tanggal 28 Maret 1830 Pada mulanya pertemuan berjalan biasa saja Akan tetapi suasana menjadi panas ketika tibatiba sang jenderal mengatakan akan menangkap Pangeran Diponegoro Suasananya pun semakin memanas ketika keduanya terlibat adu mulut Meskipun ada yang menengahi tapi itu tidak terlalu berpengaruh banyak Bahkan terbersit di benak sang pangeran untuk menusuk De Kock menggunakan keris Hal tersebut terjadi karena perlakuan dan perkataan jenderal yang tidak sopan dan sangat merendahkan Beruntung ia masih bisa menguasai diri dan mengurungkan niatnya Tak lama setelah itu lakilaki bangsawan tersebut keluar dari ruangan Nah di pintu keluar tersebut ia kemudian di tangkap Penangkapan Pangeran Diponegoro ini kemudian yang menandai berakhirnya Perang Perlawanan Diponegoro ini merupakan perang terbesar dalam sejarah peperangan di Pulau jawa Maka dari itu kerugian yang ditimbulkan juga cukup banyak Salah satunya yang tidak bisa disangkal adalah ratusan ribu orang menjadi korban dalam perang tersebut Dari pihak Belanda saja sekitar 15000 orang dengan kerugian material sebanyak 25 juta gulden Sementara itu pribumi yang meninggal dunia kurang lebih sekitar 200000 orang Bayangkan betapa mengerikannya keadaan yang terjadi pada waktu itu Bahkan penduduk Yogyakarta saja hanya tinggal separuh dari jumlah populasi Kerugian materi yang ditimbulkan juga tentunya tidak kalah besar jika dibandingkan dengan pihak Belanda Selanjutnya akibat yang satu ini paling dirasakan oleh keturunan Pangeran Diponegoro Pasalnya sang pangeran dianggap sebagai pemberontak sehingga keturunannya tidak bisa lagi masuk ke lingkungan keraton Kejadian itu berlangsung selama beberapa puluh tahun Hingga kemudian Sultan Hamengkubuwono IX memberikan a.

Latar BelakangJalan PeperanganAkhir PerangLihat PulaPranala LuarPemerintahan Daendels dan Raffles Perseteruan pihak keraton Jawa dengan Belanda dimulai semenjak kedatangan Marsekal Herman Willem Daendels di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808 Meskipun ia hanya ditugaskan untuk mempersiapkan Jawa sebagai basis pertahanan Prancis melawan Inggris (saat itu Belanda dikuasai oleh Prancis) tetapi Daendels juga mengubah etiket dan tata upacara yang menyebabkan terjadinya kebencian dari pihak keraton Jawa Ia memaksa pihak Keraton Yogyakarta untuk memberinya akses terhadap berbagai sumber daya Pengangkatan Hamengkubuwana V dan pemerintahan Smissaert Pada tanggal 6 Desember 1822 Hamengkubuwana IV meninggal pada usia 19 tahun Ratu Ageng (permaisuri Hamengkubuwana II) dan Gusti Kangjeng Ratu Kencono (permaisuri Hamengkubuwana IV) memohon dengan sangat kepada pemerintah Belanda untuk mengukuhkan putra Hamengkubuwana IV yang masih berusia 2 tahun untuk menjadi Hamengkubuwana V serta tidak lagi menjadikan Paku Alam sebagai wali Pangeran Diponegoro selanjutnya diangkat menjadi wali bagi keponakannya bersama dengan Mangkubumi Residen baru Yo Mulainya perang Pada pertengahan bulan Mei 1825 Smissaert memutuskan untuk memperbaiki jalanjalan kecil di sekitar Yogyakarta Namun pembangunan jalan yang awalnya dari Yogyakarta ke Magelang melewati Muntilandibelokkan melewati pagar sebelah timur Tegalrejo Pada salah satu sektor patokpatok jalan yang dipasang orangorang kepatihan melintasi makam leluhur Pangeran Diponegoro Patih Danurejo tidak memberitahu keputusan Smissaert sehingga Diponegoro baru mengetahui setelah patokpatok dipasang Perseter Pertempuran terbuka dengan pengerahan pasukanpasukan infantri kavaleri dan artileri (yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal) di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi begitu pula sebaliknya Jalurjalur logistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang Berpuluhpuluh kilang mesiu dibangun di hutanhutandan di dasar jurang Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan sedang berkecamuk Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun strategi perang Informasi mengenai kekuatan musuh jarak tempuh dan waktu kondisi medan curah hujan menjadi berita utama karena tak Di sisi lain sebenarnya Belanda sedang menghadapi Perang Padri di Sumatra Barat Penyebab Perang Paderi adalah perselisihan antara Kaum Padri (alim ulama) dengan Kaum Adat (orang adat) yang mempermasalahkan soal agama Islam ajaranajaran agama mabuk mabukan judi maternalisme dan paternalisme Saat inilah Belanda masuk dan mencoba mengambil kesempatan Namun pada akhirnya Belanda harus melawan baik kaum adat dan kaum paderi yang belakangan bersatu Perang Paderi berlangsung dalam dua babak babak I antara 18211825 dan babak II Untuk menghadapi Perang Diponegoro Belanda terpaksa menarik pasukan yang dipakai perang di Sumatra Barat untuk menghadapi Pangeran Diponegoro yang bergerilya dengan gigih Sebuah gencatan senjata disepakati pada tahun 1825 dan sebagian besar pasukan dari Sumatra Barat dialihkan ke Jawa Namun setelah Perang Diponegoro berakhir (1830) kertas perjanjian gencatan senjata itu disobek dan terjadilah Perang Padri babak kedua Pada tahun 1837 pemimpin Pe (Indonesia) Mengenang 180 Tahun Perang Diponegoro Diarsipkan 20060223 di Wayback Machine oleh Yanto Belanda Pasukan Jawa Pasukan bayaran TionghoaLokasi Hasil Pangeran dibuang ke pemberontakan berakhirTanggal 21 Juli 9 Februari.
Perang Diponegoro Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara Akibat perang ini penduduk Jawa yang tewas mencapai 200 ribu jiwa sedangkan korban tewas di pihak Belanda berjumlah 8000 tentara Belanda dan 7000 serdadu pribumi.
Sejarah Singkat Perang Diponegoro Kelas Pintar
Kronologi & Sejarah Terjadinya Perang Diponegoro Perang Diponegoro merupakan perang besar yang berlangsung 5 tahun (18251830) Perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro untuk melawan pasukan belanda yang dipimpin Jenderal De Kock Akibatnya sekitar 200000 pejuang rakyat jawa gugur & di kubu belanda menewaskan sekitan 8000 tentara belanda.
Sejarah Singkat Diponegoro Book By Wardiman Djojonegoro Gramedia Digital
Diponegoro ~ Source2Share Sejarah Singkat Perang
Sebab & Sejarah Perang Diponegoro LENGKAP – Sejarah Negeri
Perang Terbesar Melawan Sejarah Perang Diponegoro: Belanda
Sejarah Singkat Perang Diponegoro Perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan pemerintahan kolonial Belanda tidak ada hentinya termasuk di Pulau Jawa antara lain adanya Perang Diponegoro atau disebut juga Perang Jawa yang merupakan perang terbesar yang pernah dialami oleh pemerintah kolonial Belanda karena berlangsung lama sekitar 5 tahun (18251830) dan telah merenggut banyak korban.