Tokoh Pemimpin Perang Padri. Buku ini sengaja diberi judul Tokohtokoh Gerakan Padri karena dua hal Pertama untuk membatasi tokohtokoh yang diceritakan Hal itu karena jika memakai judul “Tokohtokoh Perang Padri” maka tokoh di luar Indonesia akan disinggung Misalnya tiga gubernur Belanda beserta seluruh kepala pasukan seperti Kolonel.

Imam Bonjol | TokohID [PAHLAWAN] Tuanku Imam Bonjol (TIB) (17221864) yang diangkat sebagai pahlawan nasional berdasarkam SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973 6 November 1973 adalah pemimpin utama Perang Paderi di Sumatera Barat (18031837) yang gigih melawan Belanda S elama 62 tahun Indonesia merdeka nama Tuanku Imam Bonjol hadir di.
Pemimpin Utama Perang Paderi TOKOH INDONESIA
Pemimpin perang padri adalah Tuanku Imam Bonjol dan tokohtokoh pendukung kaum padri adalah Tuanku Nan Renceh Tuanku Kota Tua Tuanku Mensiangan Tuanku Pasaman Tuanku Tambusi dan Tuanku Imam Pada abad ke19 ini Islam berkembang pesat di daerah Minangkabau Tokohtokoh Islam berusaha menjalankan ajaran Islam sesuai AlQuran dan AlHadis.
TOKOHTOKOH GERAKAN PADRI Kemdikbud
Latar BelakangKeterlibatan BelandaGencatan SenjataTuanku Imam BonjolAkhir PeperanganWarisan SejarahPerang Padri dilatarbelakangi oleh kepulangan tiga orang Haji dari Mekkah sekitar tahun 1803 yaitu Haji Miskin Haji Sumanik dan Haji Piobang yang ingin memperbaiki syariat Islam yang belum sempurna dijalankan oleh masyarakat Minangkabau Mengetahui hal tersebut Tuanku Nan Rencehsangat tertarik lalu ikut mendukung keinginan ketiga orang Haji tersebut bersama dengan ulama lain di Minangkabau yang tergabung dalam Harimau Nan Salapan Harimau Nan Salapan kemudian meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Yang Dipertuan Pagaruyung Sultan Arifin Muningsyah beserta Kaum Adat untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran agama Islam Dalam beberapa perundingan tidak ada kata sepakat antara Kaum Padri dengan Kaum Adat Seiring itu beberapa nagari dalam Kerajaan Pagaruyung bergejolak puncaknya pada tahun 1815 Kaum Padri dibawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang Kerajaan Pagaruyung dan pecahlah peperangan di Koto Tangah Serangan ini menyebabkan Sultan Arifin Muningsyah Karena terdesak dalam peperangan dan keberadaan Yang Dipertuan Pagaruyung yang tidak pasti maka Kaum Adat yang dipimpin oleh Sultan Tangkal Alam Bagagar meminta bantuan kepada Belanda pada tanggal 21 Februari 1821 walaupun sebetulnya Sultan Tangkal Alam Bagagar waktu itu dianggap tidak berhak membuat perjanjian dengan mengatasnamakan Kerajaan Pagaruyung Akibat dari perjanjian ini Belanda menjadikannya sebagai tanda penyerahan Kerajaan Pagaruyung kepada pemerintah Hindia Belanda kemudian mengangkat Sultan Tangkal Alam Bagagar sebagai Regent Tanah Datar Keterlibatan Belanda dalam perang karena diundang oleh kaum Adat dan campur tangan Belanda dalam perang itu ditandai dengan penyerangan Simawang dan Sulit Air oleh pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema pada bulan April 1821 atas perintah Residen James du Puy di Padang Kemudian pada 8 Desember 1821 datang tambahan pasukan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Raaffuntuk memperkuat posisi pada kawasan yang telah dikuasai tersebu Perlawanan yang dilakukan oleh Kaum Padri cukup tangguh sehingga sangat menyulitkan Belanda untuk menundukkannya Oleh sebab itu Belanda melalui residennya di Padang mengajak pemimpin Kaum Padri yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai dengan maklumat “Perjanjian Masang” pada tanggal 15 November 1825 Hal ini dimaklumi karena disaat bersamaan Pemerintah Hindia Belanda juga kehabisan dana dalam menghadapi peperangan lain di Eropa dan Jawa seperti Perang Diponegoro Selama periode gencatan senjata Tuanku Imam Bonjol mencoba memulihkan kekuatan dan juga mencoba merangkul kembali Kaum Adat Sehingga akhirnya muncul suatu kompromi yang dikenal dengan nama “Plakat Puncak Pato” di Bukit Marapalam Kabupaten Tanah Datar yang mewujudkan konsensus bersama Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah yang artinya adat Minangkabau berlandaskan kepada agama Islam sedangkan agama Islam berlandaskan kepada AlQur'an Tuanku Imam Bonjol yang bernama asli Muhammad Shahab muncul sebagai pemimpin dalam Perang Padri setelah sebelumnya ditunjuk oleh Tuanku Nan Renceh sebagai Imam di BonjolKemudian menjadi pemimpin sekaligus panglima perang setelah Tuanku Nan Renceh meninggal dunia Pada masa kepemimpinannya ia mulai menyesali beberapa tindakan keliru yang dilakukan oleh Kaum Padri terhadap saudarasaudaranya sebagaimana yang terdapat dalam memorinya Walau di sisi lain fanatismetersebut juga melahirkan sikap kepahlawanan dan cinta tanah air Meskipun pada tahun 1837 Benteng Bonjol dapat dikuasai Belanda dan Tuanku Imam Bonjol berhasil ditipu dan ditangkap tetapi peperangan ini masih berlanjut sampai akhirnya benteng terakhir Kaum Padri di DaluDalu (Rokan Hulu) yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Tambusai jatuh pada 28 Desember 1838 Jatuhnya benteng tersebut memaksa Tuanku Tambusai mundur bersama sisasisa pengikutnya pindah ke Negeri Sembilan di Semenanjung Malaya dan akhirnya peperangan ini dianggap selesai kemudian Kerajaan Pagaruyung ditetapkan menjadi bagian dari Pax Netherlandica dan wilayah Padangse Bovenlandentelah berada di bawah pengawasan Pemerintah Hindia Belanda Pengaruh dari peperangan ini menumbuhkan sikap patriotisme kepahlawanan bagi masingmasing pihak yang terlibat Selepas jatuhnya Benteng Bonjol pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah monumen untuk mengenang kisah peperangan ini Kemudian sejak tahun 1913 beberapa lokasi tempat terjadi peperangan ini ditandai dengan tugu dan dimasukan sebagai kawasan wisata di MinangkabauBegitu juga selepas kemerdekaan Indonesia pemerintah setempat juga membangun museum dan monumen di Bonjol dan dinamai dengan Museum dan Monumen Tuanku Imam Bonjol Perjuangan beberapa tokoh dalam Perang Padri ini mendorong pemerintah Indonesia kemudian menetapkan Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Tambusai sebagai Pahlawan Nasional Hasil Kemenangan BelandaTanggal –Lokasi dan.
Perang Padri 1803 1821 Kaum Padri Lawan Kaum Adat Freedomsiana
Perang Padri (Pemimpin Perang, Sebab, Latar Belakang, Tahap
Wikipedia bahasa Indonesia, Perang Padri ensiklopedia bebas
Kronologi Sejarah Perang Padri: Tokoh, Latar Belakang, & Akhir
Kronologi & Tokoh Perang Padri Peperangan antar saudara.